Hari masih pagi...namun sang surya seperti sudah bersemangat menyambut pagi ini dengan sinarnya yang sangat terik, yang membuatku terbangun dari tidurku...
“ Sintaaa....bangun” teriak mamaku dengan nada yang tak asing lagi bagiku.
Dengan malasnya aku bangun dan segera bergegas ke kamar mandi.
Hari ini adalah hari pertamaku liburan di kampung halaman, setelah aku sibuk dengan aktivitasku yang seabreg di Jakarta. Dan kebetulan tamu bulananku sedang mampir jadi aku bangun seenaknya sendiri..
Hape berbunyi.
Ada sms... “ teman2 IPA 2, besok rencananya kita ada kumpul2 ni besok...buat ngomongin bukber nanti..dirumah laras jam 10 pagi ya...ok. harus pada dateng, soalnya ntar diambil suara terbanyak. Sebarin ke IPA 2 lainnya ya...from : Reza”
“ Hah...Reza sms aku??”padahal sms itu tidak hanya ditujukan padaku, tapi aku begitu senang dan senyum2 sendiri.
besoknya.
“ Sintaaa....bangun” teriak mamaku dengan nada yang tak asing lagi bagiku.
Dengan malasnya aku bangun dan segera bergegas ke kamar mandi.
Hari ini adalah hari pertamaku liburan di kampung halaman, setelah aku sibuk dengan aktivitasku yang seabreg di Jakarta. Dan kebetulan tamu bulananku sedang mampir jadi aku bangun seenaknya sendiri..
Hape berbunyi.
Ada sms... “ teman2 IPA 2, besok rencananya kita ada kumpul2 ni besok...buat ngomongin bukber nanti..dirumah laras jam 10 pagi ya...ok. harus pada dateng, soalnya ntar diambil suara terbanyak. Sebarin ke IPA 2 lainnya ya...from : Reza”
“ Hah...Reza sms aku??”padahal sms itu tidak hanya ditujukan padaku, tapi aku begitu senang dan senyum2 sendiri.
besoknya.
“ Mah aku pergi dulu ya kerumah Laras...”
“ iya, hati- hati ya“ Sin, mau ikut ga “ tanya cowok itu.
“ hah??” ( tiba- tiba jantungnya berdetak kencang...sambil tersenyum, karena ternyata pria itu adalah Reza)
“ ga usah, uda deket kan rumahnya?”
“ deket, orang masih jauh juga...ayo bareng aja” kata Reza
“ ya udah deh “ jawabku sembari tersenyum- senyum sendiri dalam hati.
sepanjang perjalanan hatiku serasa berbunga- bunga, tapi aku tetap bersikap seperti biasanya agar tidak terlihat bahwa aku sedang senang.
setelah sampai dirumah laras...
“ iya, hati- hati ya“ Sin, mau ikut ga “ tanya cowok itu.
“ hah??” ( tiba- tiba jantungnya berdetak kencang...sambil tersenyum, karena ternyata pria itu adalah Reza)
“ ga usah, uda deket kan rumahnya?”
“ deket, orang masih jauh juga...ayo bareng aja” kata Reza
“ ya udah deh “ jawabku sembari tersenyum- senyum sendiri dalam hati.
sepanjang perjalanan hatiku serasa berbunga- bunga, tapi aku tetap bersikap seperti biasanya agar tidak terlihat bahwa aku sedang senang.
setelah sampai dirumah laras...
“ cieee...kok barengan??” kata silvi yang menggoda kami berdua
“ ketemu di jalan tadi “ Jawab Reza biasa saja
setelah teman- teman sudah berkumpul, mulailah kita membicarakan soal bukber nanti. Setelah mendapatkan keputusan bahwa bukber dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus dirumah Rani, kita pun bersenda gurau.
“ Za, sekarang sama siapa?” tanya Rani
“ Siapa ya?? Bingung saking banyaknya sih” jawab Reza dengan lagak yang cool itu.
“ boong banget, padahal mah emang lagi jomblo...hahaha”
“ ciee Sinta, gimana di jakarta sin... udah kemana aja??, kamu udah jadian ya??sama siapa?kayaknya ntar makan- makan ni....” tanya Silvi sambil menggodaku
“ Apaan dah??”( sekilas aku melihat wajah Reza yang sedang menunduk dan tidak ikut meledekku seperti teman- teman lain) “ ga kok Cuma bercanda doang” jawabku malu
akhirnya setelah semuanya selesai kami pun pulang, aku pun pulang sendirian karena kebanyakan mereka nebeng ke anak- anak lain dan aku kebetulan tidak kebegian tebengan ( huft, kasian banget )
“ ketemu di jalan tadi “ Jawab Reza biasa saja
setelah teman- teman sudah berkumpul, mulailah kita membicarakan soal bukber nanti. Setelah mendapatkan keputusan bahwa bukber dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus dirumah Rani, kita pun bersenda gurau.
“ Za, sekarang sama siapa?” tanya Rani
“ Siapa ya?? Bingung saking banyaknya sih” jawab Reza dengan lagak yang cool itu.
“ boong banget, padahal mah emang lagi jomblo...hahaha”
“ ciee Sinta, gimana di jakarta sin... udah kemana aja??, kamu udah jadian ya??sama siapa?kayaknya ntar makan- makan ni....” tanya Silvi sambil menggodaku
“ Apaan dah??”( sekilas aku melihat wajah Reza yang sedang menunduk dan tidak ikut meledekku seperti teman- teman lain) “ ga kok Cuma bercanda doang” jawabku malu
akhirnya setelah semuanya selesai kami pun pulang, aku pun pulang sendirian karena kebanyakan mereka nebeng ke anak- anak lain dan aku kebetulan tidak kebegian tebengan ( huft, kasian banget )
Tiba- tiba...
“ Sin, bareng ga”
aku menengok dan ternyata itu fajar,padahal aku berharap itu Reza.
“ boleh deh..”
kami pun melaju dengan kencangnya. Di perjalanan kami bertemu dengan Reza yang sedang berboncengan dengan Rani. Kami hanya tersenyum.
“ Sin, bareng ga”
aku menengok dan ternyata itu fajar,padahal aku berharap itu Reza.
“ boleh deh..”
kami pun melaju dengan kencangnya. Di perjalanan kami bertemu dengan Reza yang sedang berboncengan dengan Rani. Kami hanya tersenyum.
Kadang sulit melupakan cinta masa lalu, kadang rasa itu tumbuh kadang juga hilang, tetapi aku menyadari bahwa mencintai dia adalah sebuah kesalahan besar yang pernah kulakukan, karena dia tidak akan mungkin melirik ataupun menerima cinta dari seorang Sinta yang sangat jauh...tapi bisa merasakan cinta adalah hal yang terindah dalam hidupku.
Cinta tidak egois, tak juga memaksa. Ketika kebahagiaan orang yang kamu cintai lebih penting daripada kebahagiaanmu. Itu CINTA.
galau...galau...
BalasHapus