Selasa, 23 Oktober 2012


Aku merasa aku sudah gagal, tp teman2 yang lain menyemangatiku dan meyakinkanku bahwa aku tidak gagal. Ya Allah aku tidak ingin membuat mereka kecewa, aku tidak ingin kalau semua ini karena dunia tapi  aku ingin kalo ini adalah ladang untuk amalku…
Semangat menyebarkan kebaikan dimanapun berada......:)

Kamis, 11 Oktober 2012

PPL make me crazy, mungkin itulah yang ak rasakan saat ini. aku suka dengan anak2nya tapi aku ga bisa kalo pas ngajar dilitain sama orang lain, aku pengin bikin suasana kelas nyaman, boleh berisik tapi tetap nyambung sma pelajaran, ya Allah kapan ya aku bisa kaya gitu. kayanya aku salah terus. pengen banget dipuji. tapi ya ga papa lah itu juga untuk kebaikanku juga, supaya aku nanti bisa mengjar lebih baik lagi

KEEP FIGHTING AND DON'T GIVE UP.
Jalani saja dan ambil hikmah dari semua itu.


Curahan hati anak rantau

kutinggalkan keluarga untuk pergi ke tanah orang
dengan wajah penuh senyum ku berpamitan dengan mama
mencium tangannya yang kasar, ingin ku peluk dan mencium pipinya
tapi ku tak sanggup, aku tak igin kesedihan mengantarkanku pergi
mama berpesan “ hati- hati dan jangn tinggalkan sholat “
aku akan ingat selalu pesan mama
aku menuju terminal bersama kakakku ditemani hujan gerimis yang seakan menangisi kepergianku, sama seperti hatiku yang seakan enggan untuk meningglkan kampung
tapi ini semua demi terwujudnya cita- citaku dan harapan mama agar aku sukses nanti
diterminal aku bertemu temanku yang tlah lama tidak berjumpa
berkat dia aku tidak menangis saat bus berjalan, dia duduk bersamaku, bercerita tentang kabar teman- teman SD kita.
Tidak seperti biasa aku yang selalu menangis jika akan kembali tapi kali ini aku tertawa walaupun sebenarnya hatiku begitu sedih dan takut
sedih karena aku berpisah lagi dan takut karena nasibku di tanah rantau belum jelas
setelah perjalanan panjang kutempuh, dengan lelah ku rebahkan tubuhku dikasur lantai yang tidak layak untuk dijadikan tempat tidur itu.
Baru sejenak kurebahkan tubuhku, pesan singkat datang dari handphoneku yang butut dan mengabarkan bahwa aku tidak mengajar lagi ditempat yang menurutku sangat menolong kehidupanku kedepan sehingga aku bisa berhutang untuk membeli netbook yang nantinya akan dibayar dengan hasi jerih payahku itu, serta mmembayar kuliah lapanganku. Tetapi semua impianku musnah setelah mendapat kabar itu, serasa ditimpa langit yang sangat berat, air matakupun tak terbendung lagi jatuh seberti banjir bandang yang melanda kota probolinggo begitu hebat sampai akupun tak bisa menahan dan baru kali ini aku menangis sejai- jadinya. Hari berikutnya aku mendapat kabar lagi bahwa aku mulai mengajar ditempat lain minggu depan, aku semakin menangis dan sudah lemas badanku ini, sampai akupun tidak nafsu makan. Aku hanya berfikir “ bagaiman hidupku kedepan, mau makan apa aku?” walaupun aku tahu tuhan akan memberikan yang terbaik tapi aku belum sanggup menerima semua ini. Aku pun hanya bisa terdiam diruangan sepetak ini sendirian dan menangis. Berdoa dan terus berdoa agar ujian ini menjadikanku semakin kuat dan dewasa menghadapi semua rintangan walaupun tidak ada keluarga disampingku dan teman- teman yang menolongku, aku harus mengatasi semuanya sendiri dan hanya kepada Allah lah aku mengadu. 
Ya Allah, jadikan hamba ini orang yang sabar dan kuat dalam menerima cobaan ini, semoga hamba termasuk orang yang beriman. Dan semoga hamba selalu diberi kesehatan agar bisa membahagiakan keluargaku termasuk Mama.

Rabu, 10 Oktober 2012

KKL 2012 @ Alas Purwo


11 mei 2012 @ meni
Siang hari yang panas dan terik di jakarta...Rawamangun tepatnya, seolah membakar kulit yang sudah hitam ini... 
Aku di masjid nurul irfan ( meni) sendirian, tak ada teman, menunggu waktu bergulir hingga menunjukkan pukul 4 sore, sayangnya aku tidak membawa Al- Quran yang bisa aku baca,menatap orang yang sedang berlalu lalang sambil menyalakan laptop dan menyalakan webcam dan berfoto- foto sendiri. Huft gimana kalo nanti sudah semester 7 atau semester 8 ya, sendirian tanpa teman, sambil mengingat kenangan KKL kemarin, sepertinya aku ingin mengulang kenangan itu dan ingin memperbaikinya lagi.
Di perjalanan yang sangat panjang yaitu 2 hari saat berangkat sungguh kami tidak merasakan kelelahan, karena perjalanan kami diisi dengan aktivitas yang cukup menggembirakan seperti karaoke bareng, aku juga nyanyi lho, dan ini baru pertama kali aku bernyanyi di depan umum apalagi duet, sampai dicengin abis2an sama temen2. Wooaaa, ada malunya ada senengnya,. Sampai ga kerasa uda nyampe di brebes aja. Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan, ada juga pengmuman mahasiswa Ter- se kelas PBR09 seru banget, aku dapet kategori Ter- galau ( suwe banget) dan tersederhana( Aku banget) haha. Pokoknya ga kerasa deh, sampai akhirnya bus yang kami tumpangi beseta rombongan salah jalan dan malemnya saat sudah dekat dengan alas purwo bus kami tiba- tiba mogok, dan itu sungguh kejadian aneh. Tapi kami senang akhirnya kami sampai juga.
Di alas purwo aku bersama teman2 menginap disatu kamar yang cukup sempit bagi 18an orang hanya ada satu kasur besar dan 1 kasur kecil, sisanya kami hanya tidur beralaskan sarung. Ga papa yang penting kebersamaannya, penelitian ekologi gua yang sangat menegangkan, karena aku dan kelompokku yaitu Rizma, dista, tobi dan risa serta pembimbing kami Pak Ade. Pertama kami menuju Goa istana yang terkenal sebagai tempai persemedian, benar saja ketika kami sampai digoa itu, kami bertemu dengan dua orang yang sedang bersemedi, tampangnya yang satu sangat seram dan kelihatan tidak welcome dengan kami tapi yang satunya cukup ramah. Akhirnya kelompokku pun mulai mengambil data fisik dan menangkap kelelawar di goa itu, akhirnya kami mendapatkan 1 kelelawar yang kami tangkap tapi penuh dengan ceceran darah. Aku sngguh tidak tega melihatnya. Dan akhirnya kelelawar itupun dibawanya ke cottage kami untuk diidentifikasi. Tapi ternyata kata teman- temanku harusnya kami tidak mengambil spesimen kelelawar itu apalagi sampai melukainya. Karena alas purwo merupakan tempat yang sakral, aku sih udah jaga- jaga jangan sampai mengambil spesimen apapun, tapi katanya ga papa. Dari goa istana kami menuj goa mayangkoro yang harus menaiki tangga sekitar 7- 10 meter tingginya, subhanallah begitu indahnya goa tersebut namun kamitidak menemukan spesies kelelwar di goa tersebut. To be continue