Senin, 31 Desember 2012

Diary Caritaku eps 4




Tanggal 21 Desember 2012
Anak VCO galau karena Bapak pemecah kelapa jam 6 pagi belum juga muncul. Akhirnya disusulah ke rumahnya.
Sedangkan kelompok nata melakukan packing barang- barang yang akan dibawanya nanti. Kami akan berangkat pukul 8. Akhirnya tim nata pun selesai melakukan packing kemudian kami membantu tim VCO memarut dan memeras kelapa selanjutnya kami sarapan.
Pukul setengah 8 supir angkot dan angkotnya sudah menanti di depan rumah. Kamipun membawa barang- barang perlengkapan ke dalam angkot, ternyata angkot tidak muat untuk ber15 orang + barang- barang, akhirnya angkot akan bolak- balik dari rumah ke masjid nurul iman. Ternyata ketika sampai di masjid, ibu-ibu sudah berkumpul karena memang dari pagi sudah ada acara pengajian yang rutin diadakan oleh kampung cinangka. Setelah selesai satu persatu kelompok KKN kami melakukan demo, yang pertama adalah kelompok tata boga kemudian VCO dan selanjutnya Nata de  Coco. Acara berlangsung dengan lancar.
Setelah selesai di masjid kami pulang untuk makan siang dan sholat jumat, sedangkan barang- barang kami, kami tinggalkan di rumah pak RT 3 karena pukul 2 siang nanti kami akan berdemo dikampung tersebut.  Pukul 2 siang kami tiba di RT 3 dan mulai berdemo, ada kecelakaan sedikit yaitu saya menuangkan starter air kelapa VCO ke dalam panci nata,saya merasa bersalah sekali. Karena air kelapa VCO adalah air kelapa segar sedangkan air kelapa nata adalah air kelapa yang sudah basi.
Sekitar pukul 5 kami selesai dan angkot sudah menjemput kami, akhirnya kamipun kembali ke rumah dengan rasa lelah namun senang.

Jumat, 28 Desember 2012

Diary Caritaku eps 3




20 Desember 2012

Seperti biasa saya bangun pukul 5 pagi, segera saya mengambil air wudhu dan sholat subuh kemudian mandi. Begitu segar. Kami kembali sarapan dan menyiapkan peralatan untuk demo selanjutnya. Sudah pukul 10 namun ibu- ibu belum ada yang datang. Akhirnya saya dan Tina memutuskan untuk pergi keliling kampong untuk mengajak warga datang ke rumah haji halbawi, namun hasilnya 0. Hanya peluh akibat teriknya panas matahari yang kami dapat tapi kami belum menyerah begitu saja, kami tetap mengajak siapapun yang kami temui, tetap hasilnya nihil. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah dan peserta untuk hari ini hanya 4 orang saja, enough.
Tim nata yang pertama kali melakukan demo pembuatan nata de coco, ibu- ibu begitu antusias kemudian dilanjutkan panen VCO dan yang terakhir adalah demo masak, sangat rame walaupun peserta hanya 4 orang. Acara hari ini selesai hingga pukul 2 siang, karena saking asiknya. Tapi tetap kami harus tetap bersemangat apalagi Fadli bilang besok kami harus melakukan demo di 2 tempat sekaligus, yaitu pukul 8 pagi dan pukul 2 siang. Sip kalo begitu.

Diary Caritaku eps 2


19 Desember 2012
Hari ini kami bersiap-siap untuk melakukan demo. Persiapan demi persiapan kami lakukan baik yan kelompok Nata de Coco, VCO maupun masak memasak, kami sibuk masing- masing kelompok. Kelmpok nata sibuk menyaring air kelapa dan menyiapkan barang- barang yang diperlukan, VCO menyiapkan kelapa- kelapa dan memecahkannya, anak tata boga sibuk menyiapkan bahan- bahan masakan.

Pukul 10 pagi ibu- ibu sudah mulai berdatangan ami menyambutnya dengan suka cita. Acara dimulai dengan sambutan- sambutan, sambutan dari sekdes cinangka, perwakilan LPM dan bapak H. Halbawi yang begitu membara sambutannya kemudian dari para Dosen, dari Biologi Bu Yani yang memberikan sambutan dan sekaligus memberikan penyuluhan tentang VCO dan Nata de Coco. Selanjutnya dari tata boga yang demo dengan begitu meriah karena MCnya yaitu Anwar membawakan acara tersebut dengan hebohnya, kamipun juga ikut terhibur melihatnya, tak henti- hentinya kami tertawa walaupun kami sempa kaget melihat tingkahnya.
Alhamdulillah acara selesai pukul 12 siang, setelah ibu- ibu berpamitan kami beberes bergegas untuk sholat dilanjutkan dengan makan siang, dosen kami akan menuju ke Jakarta siang ini karena beliau- beliau akan mengajar di Jakarta. Akhirnya kami pun ditinggal, penuh tanda Tanya dan ketidak jelasan menghantui kami.
Saatnya bersantai, ada yang mengisinya dengan tidur siang ada juga yang bermain kartu, saya menjadi penonton mereka yang sedang bermain kartu, sedang asik- asiknya dan hebohnya bermain tiba- tba bapak camat, Pak rachmat maulana dating bersama anak istrinya, sontak mereka yang bermain kartu langsung panic bukan kepalang dan segera menyembunyikan lembara- lembaran kartu di bawah bantal, dan itu berhasil. Kami memperkenalkan diri masing- masing, setelah itu pak camat memberikan motivasi dan nasihat aagar kami jangan pernah berhenti belajar, kami harus kerja cepat. Beliau juga membantu kami untuk memperoleh kelapa gratis untuk anak VCO. Baik sekali beliau.
Setelah 1 jam pak camat dan keluarga pamit undur diri, kamipun bersiap untuk sholat dan bersih- bersih.

Tanggal 18 Desember 2012
Pukul 6 pagi, matahari belum sepenuhnya muncul Saya, Rani dan Tina berangkat ke kampus dengan segala persiapan yang ada, seampainya dikampus saya menaruh tas yang amat berat itu kemudian langsung bergegas menuju pasar Rawamangun untuk mengambil 20 liter air kelapa. Berat itu yang kami asakan saat membawanya karena tak seorang pun membantu kami membawakanya, sampai juga kami di bajaj, dan wusss…go to the campus.
Pukul 9 pagi kami berangkat menuju banten menggunakan bus UNJ yang cukup nyaman, perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 4 jam, saya memandangi sekitar, seperti biasa.
Sampai di sebuah tempat sederhana milik Bapak H. Halbawi dan Ibu Hj. Susi kami disambut baik penuh dengan senyuman, walaupun sederhana namun keramahan dari sang empunya rumahlah yang kami butuhkan.
Langsung kami disediakan makan siang berupa ayam bakar yang lumayan keras beserta lalapan. Kami makan dengan lahapnya. Setelah kenyang kami langsung kerja. Kerja pertama kami memindahkan mesin parut dan alat peras ke bawah, karena permuakaan yang tidak rata saya dan teman- teman mengambil beberapa batu bata dan sebagian mencangkul tanah yang tidak rata namun akhirnya pak haji juga yang mencangkul..hehe
Setelah selesai pekerjaan selanjutnya menanti yaitu mengupas kelapa. Yang pertama kali mengupas kelapa adalah pak adi dosen kami, dengan ahlinya beliau memecah kelapa tanpa kesalahan, utuh tanpa keluar air kelapanya, kata beliau musti S3 dulu baru bisa. Haha kocak
Kemudian Rezki mencoba mengupas kelapa dan hasilnya, Nihil. Kemudian Fadli sama seperti Rezki Nihil. Lalu Tina, wah jago dia bisa mengupas kelapa walaupun ga sesempurna pak adi namun lebih baik dari yang cowok- cowok. Diar pun ikut mencoba dan dia ternyata bisa. Saya jadi ingat masa kecil dulu yang selalu memperhatikan mamaku memecah kelapa, sangat gampang kelihatannya tapi ternyata tak segampang yang dibayangkan mungkin ada faktor kebiasaan.
Kami memecah kelapa hingga pukul 6 sore, kami langsung bergegas untuk bersih- bersih , sholat. Kemudian makan malam yang begitu sedap. Saya mba dwi, fadli dan tyo ikut ke pengajian yang rutin dilaksanakan, ngantuk mendera kami saat mengikuti pengajian. Setelah sholat isya kamipun bersiap untuk istirahat, saya dan mba dwi memilih untuk tidur di kamar walau kamar itu terlihat begitu menyeramkan sampai tidak ada yang berani tidur di kamar itu, tapi karena alasan tertentu kami berdua tidak memperdulikannya.

Kamis, 06 Desember 2012

Perpisahan PPL


Perpisahan PPL
Perpisahan PPL hari ini tanggal 6 Desember 2012 sungguh membuatku haru, awalnya emang aku rada bosen, bĂȘte karena aku sendirian disitu, dalam ramai aku merasa sendiri, tidak terasa PPL pun telah selesai.. acara perpisahan PPL diawali dengan pembacaan acara, tilawah, sambutan dari perwakilan mahasiswa PPL , lalu sambutan dari perwakilan siswa, sambutan dari dosen pembimbing, dan selanjutnya sambutan dari kepala sekolah… setelah itu penutup dan ramah tamah, tapi saying ak ga punya kamera jadi ak ga bias poto2 deh, ga ada bukti nyata bahwa ak pernah PPL…huhu.. tapi tak apa, tadi aku sempet naik ke kelas X3 mau nagih tugas dan mau ngasih souvenir kenang2an kepada anak2 X3…eh malah keterusan ngobrol…jadi sedih deh..ya ampun kalian adalah murid pertamaku, walaupun sering membuatku jengkel, tapi kalian adalah murid pertaaku, beharap kita ga lose contact ya…setiap pertemuan pasti ada perpisahan...X3 I always love u.
Kini PPL pun telah berakhir, skripsi sudah di depan mata..semester 8 sudah tinggal selangkah lagi..mudah2an semester depan sudah lulus.